Sejarah Lengkap Kab. Inhu

maz didin | 23.26 | 0 komentar
postingan yang ini akan membahas dan menerangkan sejarah awal dari kerajaan indragi dan perkembanganya. Baiklah saya tidak akan memperpanjang mukoddimah(kayak orang lagi pidato aja ya)langsung aja yuk, cek this 0ut(belaguk pake b.inggris) hehe.Indragiri berasal dari bahasa sansekerta yaitu “Indra” yang berarti mahligai dan “Giri” yang berarti kedudukan yang tinggi atau negeri, sehingga kata indragiri diartikan sebagai Kerajaan Negeri MahligaiKerajaan Indragiri diperintah langsung dari Kerajaan Malaka pada masa Raja Iskandar yang bergelar Narasinga I. Pada generasi Raja yang ke 4 (empat) barulah istana Kesultanan Indragiri didirikan olehPaduka Maulana Sri Sultan Alauddin Iskandarsyah Johan Zirullah Fil Alamin bergelar Nara Singa II beristerikan Putri Dang Purnama, bersamaan didirikannya Rumah Tinggi di Kampung Dagang Adapun Silsilah dari Kerajaan ini sebagai berikut : 1. Raja Kecik Mambang alias Raja Merlang I. Memerintah pada tahun 1298 - 1337 M, beliau adalah Sultan Indragiri pertama yang merupakan Putra Mahkota dari Kerajaan Melaka 2. Raja Iskandar alias Nara Singa I Memerintah pada tahun 1337 - 1400 M dan merupakan Sultan Indragiri ke dua 3. Raja Merlang II bergelar Sultan Jamalluddin Inayatsya.Memerintah pada tahun 1400 - 1473 M dan merupakan Sultan Indragiri ke tiga. 4. Paduka Maulana Sri Sultan Alauddin Iskandarsyah Johan Zirullah Fil Alamin bergelar Nara Singa II. Memerintah pada tahun 1473 - 1452 M dan merupakan Sultan Indragiri ke empat, dimakamkan di Pekan Tua / Kota Lama. 5. Sultan Usulluddin Hasansyah.Memerintah pada tahun 1532 - 1557 M dan merupakan Sultan Indragiri ke lima. 6. Raja Ahmad bergelar Sultan Mohamadsyah. Memerintah pada tahun 1557 - 1599 M dan merupakan Sultan Indragiri ke enam. 7. Raja Jamalluddin bergelar Sultan Jammalludin Keramatsyah. Memerintah pada tahun 1559 - 1658 M dan merupakan Sultan Indragiri ke tujuh. 8. Sultan Jamalluddin Suleimansyah. Memerintah pada tahun 1658 - 1669 M dan merupakan Sultan Indragiri ke delapan. 9. Sultan Jamalluddin Mudoyatsyah. Memerintah pada tahun 1669 - 1676 M dan merupakan Sultan Indragiri ke Sembilan. 10. Sultan Usulluddin Ahmadsyah.Memerintah pada tahun 1676 - 1687 M dan merupakan Sultan Indragiri ke sepuluh. 11. Sultan Abdul Jalilsyah. Memerintah pada tahun 1687 - 1700 M dan merupakan Sultan Indragiri ke sebelas. 12. Sultan Mansyursyah. Memerintah pada tahun 1700 - 1704 M dan merupakan Sultan Indragiri ke dua belas. 13. Sultan Modamadsyah. Memerintah pada tahun 1704 - 1707 M dan merupakan Sultan Indragiri ke tiga belas. 14. Sultan Musafarsyah. Memerintah pada tahun 1707 - 1715 M dan merupakan Sultan Indragiri ke empat belas. 15. Raja Ali bergelar Sultan Zainal Abidin Indragiri. Pada awalnya beliau merupakan Mangkubumi Indragiri kemudian menjadi Sultan Indragiri ke lima belas yang memerintah pada tahun 1715 - 1735 M dan dimakamkan di Kota Lama. 16. Raja Hasan bergelar Sultan Salehuddin Keramatsyah. Memerintah pada tahun 1735 - 1765 M dan merupakan Sultan Indragiri enam belas. Dimakamkan di Kampung Tambak sebelah hilir Kota Rengat. 17. Raja Kecik Besar bergelar Sultan Sunan. Memerintah pada tahun 1765 - 1784 M dan merupakan Sultan Indragiri ke tujuh belas. Dimakamkan di Mesjid Daik Riau 18. Sultan Ibrahim. Memerintah pada tahun 1784 - 1815 M dan merupakan Sultan Indragiri ke delapan belas. Beliau adalah yang mendirikan kota Rengat dan pernah ikut dalam perang Teluk Ketapang untuk merebut kota melaka dari tangan Belanda pada tanggal 18 Juni 1784. Dimakamkan di Mesjid Raya Rengat 19. Raja Mun bergelar Sultan Mun Bungsu. Memerintah pada tahun 1815 - 1827 M dan merupakan Sultan Indragiri ke sembilan belas, beliau pernah bertapa di puncak Gunung Daik. 20. Raja Umar bergelar Sultan Berjanggut Keramat Gangsal. Memerintah pada tahun 1827 - 1838 M dan merupakan Sultan Indragiri ke dua puluh. 21. Raja Said bergelar Sultan Said Modoyatsyah. Memerintah pada tahun 1838 - 1876 M dan merupakan Sultan Indragiri ke dua puluh satu. 22. Raja Ismail bergelar Sultan Ismailsyah. Memerintah pada tahun 1876 M - hanya seminggu naik tahta kerajaan kemudian meninggal dunia karena sakit dan merupakan Sultan Indragiri ke dua puluh dua. 23. Tengku Husin alias Tengku Bujang bergelar Sultan Husinsyah. Memerintah pada tahun 1877 - 1883M dan merupakan Sultan Indragiri ke dua tiga. Dimakamkan di Raja Pura ( Japura) 24. Tengku Isa bergelar Sultan Isa Mudoyatsyah. Memerintah pada tahun 1887 - 1902 M dan merupakan Sultan Indragiri ke dua puluh empat. Dimakamkan di Mesjid Raya Rengat 25. Raja Uwok. Sebagai Raja Muda Indragiri, memangku pada tahun 1902 - 1912 M. 26. Tengku Mahmud bergelar Sultan Mahmudsyah. Memerintah pada tahun 1912 - 1963 M dan merupakan Sultan Indragiri ke dua puluh lima. Oleh T.N.I diberikan pangkat Mayor Honorair TNI dengan surat penetapan Panglima T.N.I No. 228/PLM/ Pers/1947 tanggal 11 Desember 1947«ke atas» Pada zaman pemerintahan Kolonial Belanda daerah ini diberi namaAlfeling Indragiri dengan kepala pemerintahan dipimpin oleh seorangDistrict Hoofd, Alfeling Indragiri dibagi menjadi beberapa Orde District, setiap orde District ini dipimpin oleh seorang AMIR atau yang dikenal saat ini dengan nama Camat yakni: 1. Amir yang berkedudukan di Kelayang untuk orde District Pasir Penyu 2. Amir yang berkedudukan di Sungai Salak untuk Orde Distrik di Tempuling 3. Amir yang berkedudukan di Tembilahan 4. Amir yang berkedudukan di Kateman«ke atas» Pada zaman kedudukan jepang 1942 - 1945, daerah ini dipimpin oleh seorangBunshiho (Bupati) dan dibantu oleh seorangGusaibu (Patih) «ke atas» Setelah Indonesia merdeka, berdasarkan Undang - undang nomor 10 th 1948dibentuk Kabupaten Indragiri yang termasuk didalam Propinsi Sumatera Tengah dan direalisir denganSurat Keputusan Gubernur Militer Sumatera Tengah Nomor 10/GM/ST.49tanggal 9 November 1949 tentang pembentukan daerah otonomi dengan wilayah administrasi mencakup : 1. Kewedanaan Rengat 2. Kewedanaan Tembilahan 3. Kewedanaan Taluk kuantanPada tahun 1965, berdasarkan Undang Undang Pemerintah Nomor 6 tahun 1965Kabupaten indragiri dimekarkan menjadi 2 (dua) daerah otonom yaitu kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Indragiri Hilir. Saat itu Kabupaten Indragiri Hulu memiliki wilayah administrasi meliputi : 1. Kecamatan Rengat 2. Kecamatan Pasir penyu 3. Kecamatan Seberida 4. Kecamatan Peranap 5. Kecamatan Cerenti Pada tahun 1999 selanjutnya Kabupaten Indragiri Hulu dimekarkan kembali menjadi 2 (dua) wilayah otonom, berdasarkan Undang-undang no. 58 tahun 1999yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Kuantan Singingi. Adapun wilayah administrasi Pemerintahan Kabupaten ini meliputi: 1. Kecamatan Rengat 2. Kecamatan Rengat barat 3. Kecamatan Seberida 4. Kecamatan Pasir penyu 5. Kecamatan Kelayang sumber:inhu.go.id

Hah... Selain Kendaraan Berplat BM Akan di Tertibkan

maz didin | 10.32 | 0 komentar
KABAR BELILAS-RENGAT-Seluruh kendaraan angkutan barang non BM atau kendaraan yang berasal dari luar Provinsi Riau yang beroperasi di Riau, khususnya Kabupaten Inhu akan ditertibkan. “ Penertiban ini harus kita lakukan sebagai salah satu upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) sektor pajak kendaraan angkutan di wilayah Kabupaten Inhu,” kata Kepala Dinas Perhubungan Inhu, Erpandi, Senin (28/3). Menurutnya, berdasarkan pantauan di lapangan, masih banyak kendaraan angkutan barang, seperti kendaraan angkutan batubara, material, batu granit, truk angkutan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, truk tangki CPO serta kendaraan angkutan barang lainnya yang beroperasi di wilayah Inhu berplat nomor Polisi (Nopol) luar wilayah Riau atau non BM. Misalnya plat Nopol BK dari Medan, BA dari Sumatera Barat bahkan ada juga Nopol B dari Jakarta. Hal ini sangat merugikan Pemprov Riau, khususnya Pemkab Inhu. Sebab kendaraan angkutan non BM tersebut akan membayar pajak kendaraan, izin trayek, KIR serta perizinan lainnya pada daerah asal kendaraan itu. Sementara kendaraan tersebut beroperasi di wilayah Pemkab Inhu. Dikatakannya, penertiban ini dilakukan dengan cara menggelar razia atau operasi di jalan-jalan raya di Kabupaten Inhu, seperti Jalan Lintas Timur, Jalan Lintas Tengah serta jalan kabupaten. Saat terjaring, kendaraan tersebut akan didata. Perusahaan pengelola atau pemilik kendaraan diwajibkan untuk melakukan mutasi kendaraan dari daerah asal ke wilayah Inhu jika kendaraan tersebut beroperasi tetap di wilayah Kabupaten Inhu. “ Kecuali kendaraan yang hanya melintas atau lewat di wilayah Inhu, namun tetap dalam pengawasan kita, ” katanya. Operasi atau penertiban ini, lanjutnya, semata- mata sebagai upaya meningkatkan PAD Kabupaten Inhu sektor pajak kendaraan angkutan barang serta perijina resmi lainnya. Diharapkan kepada semua pihak agar mendukung upaya penertiban ini sehingga terlaksana dengan baik. sumber:riaumandiri.net

PT Berada di INHU, Tapi Malah Bayar Pajak ke Pemkab PELALAWAN

maz didin | 09.42 | 0 komentar
KABAR BELILAS-RENGAT-Perusahaan perkebunan kelapa sawit, yakni PT Asean Agri (AA) yang beroperasi di wilayah Kecamatan Lubuk Batu Jaya (LBJ) Kabupaten Inhu, namun perizinan serta pajak perusahaan dibayar ke Pemkab Pelalawan. Hal ini bukti Pemkab kurang tanggap. “ Sangat ironis sebuah perusahaan beroperasi di Inhu namun perizinan dan pajak dibayar ke Kabupaten lain, tapi itulah kenyataannya, ” kata Sekretaris Komisi A bagian Pemerintahan DPRD Inhu, Adila Ansori di gedung DPRD Inhu, Senin (28/3). Dijelaskannya, PT AA sudah lama beroperasi di wilayah perbatasan Inhu – Pelalawan. Sebagian besar areal perusahaan masuk ke dalam wilayah Kabupaten Inhu, di sejumlah Desa di Kecamatan LBJ. Sejauh ini perusahaan tidak pernah memberikan kontribusi terhadap Pemkab Inhu, apalagi masyarakat. Berdasarkan informasi dari masyarakat, selain menguasai lahan perkebunan hingga ribuan ha di wilayah Kabupaten Inhu, PT AA juga membangun sebuah pabrik kelapa sawit (PKS). Tetapi tidak satu pun dari usaha yang dijalankan perusahaan itu memberikan dampak positif atau kontribusi terhadap Pemkab Inhu dan masyarakat. Menurutnya, kondisi ini terjadi karena kurangnya perhatian Pemkab serta pihak-pihak terkait lainnya mendudukan tapal batas. Diminta Bupati meninjau ulang kembali perizinan PT AA. Jika terbukti perusahaan itu beroperasi di wilayah Kabupaten Inhu, sewajarnya Pemkab menindak tegas perusahaan tersebut agar mereka tidak memandang sebelah mata pada Pemkab Inhu. Begitu juga pada dinas Tenaga Kerja, agar turun ke lokasi PKS milik PT AA, untuk mengecek dan memastikan status asal- usul karyawan. Jika tidak ada karyawan yang berasal dari Kabupaten Inhu, khususnya di sekitar areal perusahaan, maka perusahaan itu harus ditindak tegas. “ Intinya, Pemkab mesti menyelesaikan masalah ini secepatnya, sebelum berlarut dan semakin rumit, ” ujarnya. sumber : riaumandiri.net

Yahoo Sudah Tutup

maz didin | 16.45 | 0 komentar
Faisal, Blon dan Tetra sedang berbincang di sebuah tempat pencucian sepeda motor. Faisal: (sambil menunjukkan foto perkimpoian nya dari Friendster ke teman2nya melalui browser HP). "Nih foto-foto waktu acara kimpoian gue" Blon : (dengan antusiasnya). "Eh, gue juga mau dong, masukin foto-foto gue sama pacar gue kayak itu" Faisal: "Oh itu gampang, lu tinggal buat account di Friendster ajah. Sini biar gue buatin, lu punya email?" Blon : "Gak punya" Faisal: "Kalo gitu lu ke Yahoo, trus buat account baru ajah" Blon : (Sambil nunjukin jam tangan bahwa sudah jam 11 malam dan marah-marah). "Lu gila yaaa, sekarang kan udah jam 11 malam, Yahoo udah tutup tahu!" Faisal: .... Tetra : (sambil nahan ketawa). "Oh ya udah gak apa-apa, besok pagi aja sambil gue ke kantor, Yahoo deket kok ama kantor gue" sumber: ketawa.com

Sejarah Nama Facebook

maz didin | 16.30 | 0 komentar
Siapa sih yang tidak tahu Mark Zuckerberg. Yaa! dia adalah penemu sekaligus pembuat Facebook.com salah satu jejaring sosial yang dimiati banyak orang. Saat ini pun ia di nobatkan sebagai pemuda terkaya di dunia. Tapi tahukah anda kenapa si Mark ini menamakan site jejaring sosialnya dengan nama facebook. Kita memang sering menggunakan facebook. Tapi gak pernah tahu facebook itu berasal dari mana. Kalau mau tahu, begini nih ceritanya. Pada suatu hari Mark jalan-jalan ke Bandung. Dia berniat ke ITB tuk studi banding. Tapi sayangnya, ini perjalanannya yang pertama kali ke sana. Otomatis si mark ini bakalan kesasar. Maklum waktu itu si mark belom sekaya saat ini. Namanya juga masih mahasiswa. Terus, di tengah kebingungannya menuju ITB, akhirnya ia mencoba bertanya-tanya dengan salah seorang tukang es cendol. Karena stylenya tampang mahasiswa dan terpelajar, si mark pun berlagak kebingungan. Dia basa-basi beli es cendol tuh abang. "Bang, es cendolnya satu dong". Nah, sembari menikmati es cendol, si mark pun iseng nanya si abang cendol,"bang tahu gak bang, kalo es cendol abang nih seger dan enak banget." si abang pun tersenyum dan langsung bales,"ah, si ujang bisa ajah mujinya". Trus si mark bales lagi,"tahu gak bang, kalo abang jualan es cendolnya di ITB bakalan laku keras tuh bang." Si abang bingung, karena perkataan si Mark tersebut. Mark pun kaget, khawatir salah bicara. Lalu Mark pun minta maaf seraya berkata, " bang, kenapa ada yang salah yah?". Abang pun menjawab,"ah, si ujang gimana sih, saya kan sejak dolo sampe sekarang emang jualannya di depan pintu gerbang ITB." Dengan wajah malu si mark ngomong,"ah, yang bener bang. Buktinya apa?". Si abang negesin,"Ah, si ujang bagimana seh, emangnya gak liat itu ada patung Ganesha (lambang ITB). MUKA BUKU (buka buku-- bahasa sunda--) atuh, jaang. Tong malongo wae (jangan bengong ajeh)". si mark (GUBRRAKK!!). setelah jatuh, mulai saat itu. kata yang terngiang di kepalanya cuman "MUKA BUKU". Sampai pada akhirnya si mark kembali ke negeri asalnya. Setelah selesai membuat site jejaringnya ia pun ingin menamakannya. Dan tetap, pada waktu itu kata yang terngiang masih "MUKA BUKU", yang filosofinya, kalo ingin tahu sesuatu apapun yah harus buka buku, karena buku itu sumber ilmu dan perlu dibaca dan diketahui isinya. Namun sayangnya kata "MUKA BUKU" terlalu sundanese banget. Pikir si mark,"ah, gue kan orang bule. Jadi gak ada salahnya kata "MUKA BUKU" gue translit jadi "FACEBOOK". sumber:ketawa.com

Polres Inhil Amankan 34 Kubik Ilegal Loging

maz didin | 10.42 | 0 komentar
KABAR BELILAS - TEMBILAHAN - Selama dua hari berturut-turut Jajaran Polres Inhil melalui Sat Pol Air melancarkan razia besar-besaran terhadap aksi ilegal logging di kawasan Inhil, sedikitnya sekitar 34 kubik kayu tanpa dilengkapi dokuman berhasil diamankan pada 2 tempat yang berbeda Menurut Kapolres Inhil AKPB TJ Djati Utomo SIk saat mendatangi di TKP, menyebutkan untuk penangkapan kemarin Rabu (23/03) sekitar Pukul 03.00 WIB, petugas berahasil mengamnkan 2 unit kapal pompong di perairan Tanjung Melayu, Kecamatan Kuindra membawa sekitar 15 kubik kayu jenis Meranti campuran tanpa dokumen. " Razia rutin yang dilaksanakan anggota Pol Air di perairan Tanjung Melayu, Kecamatan Kuindra petugas menemukan dua unit pompong bermuatan kayu saat diminta menunjukkan dokumen nakhoda tidak dapat menunjukkannya," ungkap Kapolres Inhil, AKBP Tri Julianto Djatiutomo kepada wartawan didampingi Waka Polres, Kompol Imran Amir Dilanjutkan, kayu yang diamankan tersebut terdiri dari jenis campuran sebanyak 15 kubik dari dua unit pompong tersebut. Saat itu dua unit pompong menurut pengakuan sang nahkoda Ijul (23) warga Sungai Gaung dan Hendri (28) rencanaya akan dibawa ke Kecamatan Gaung “Saya hanya membawa saja mas, sesuai dengan perintah untuk membawa kayu itu ke Sungai Gaung, sedangkan untuk pemiliknya saya tidak tahu ” ujar 2 Nahkoda kepada Riau News yang kini sudah diamankan Dijelaskan oleh Kapolres AKBP Djati Utomo SIK, sebelumnya pada saat patrol rutin petugas juga berhasil mengamankan sekitar 18,5 kubik kayu olahan jenis Punak dari hasil patroli rutin Satpol Air di perairan Desa Junjangan, Kecamatan Batang Tuaka. “Kayu yang juga tanpa dilengkapi dokumen tersebut diatangkap petugas di perairan Sungai Junjangan Kecamatan Batang Tuaka dan perairan Kecamatan Desa Pulau Palas “ kata Kapolres Ditegaskan oleh Kapolres Inhil, bahwa pihaknya akan terus konsisten untuk melakukan razia rutin guna membrantas illegal logging di wilayah hukum Polres Indragiri Hilir, tegasnya. sumber : riaunews.com

Dishub Gelar Razia. Empat Truk Batubara Tanpa Izin Terjaring.

maz didin | 19.47 | 0 komentar
BELILAS-Sebanyak 4 unit truk angkutan batubara yang melintas di ruas Jalan Lintas Timur di simpang Tugu Patin Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat terjaring razia yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub), Kabupaten Inhu, Rabu (23/3) sekitar pukul 20.30 WIB. “Dalam razia yang digelar Rabu malam, kita menindak tegas 4 unit truk batubara sebelum masuk ke Kota Rengat, ” kata Kepala Dishub Kabupaten Inhu, Erpandi, Kamis (24/3). Dijelaskannya, setelah dilakukan pendataan, truk-truk angkutan batu bara tersebut berasal dari Muaro Bungo Provinsi Jambi dan akan membongkar muatannya di pelabuhan Mumpa Kabupaten Inhil. Berarti truk angkutan batu bara melewati Jalan Lintas Timur, kemudian melintas di Jalan Raya Rengat – Pematang Reba dan Jalan Raya Rengat – Tembilahan, dengan demikian truk-truk itu melewati Kota Rengat. Sementara, Dishub sudah melarang keras truk batubara yang melintas di jalan dalam Kota Rengat, mengingat kondisi Jalan Raya Rengat Tembilahan yang berada di lokasi turap Desa Sungai Raya Kecamatan Rengat yang ambruk beberapa waktu lalu semakin memprihatinkan. Jika tetap dilewati truk batu bara serta kendaraan berbobot besar lainnya, dikhawatirkan Jalan Raya Rengat – Tembilahan putus. Diungkapkannya, setelah dilakukan pemeriksaan dokumen serta kelengkapan surat-surat, ternyata truk angkutan batu bara tersebut tidak memiliki izin lintas Provinsi yang dikeluarkan oleh Dirjen Perhubungan Darat RI. “ Sementara, truk batubara ini berasal dari Provinsi Jambi dan membongkar muatannya di Provinsi Riau, yang artinya sudah antar Provinsi, ” ujarnya. Karena tidak mengantongi kelengkapan surat-surat dan izin, maka 4 unit truk tersebut ditindak tegas dengan cara ditilang, kemudian akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Rengat. Menurutnya, Dishub terus melaksanakan operasi atau razia tersebut, karena pihaknya tidak ingin jika Jalan Raya Rengat – Tembilahan putus hanya karena aktivitas kendaraan angkutan yang tidak mengantongi izin. Selain truk batubara, Dishub juga akan melaksanakan penertiban terhadap kendaraan angkutan berplat nomor Polisi non BM atau kendaraan yang berasal dari luar Provinsi Riau. Sementara kendaraan tersebut beroperasi di wilayah Riau atau Kabupaten Inhu, sebab hal ini sangat merugikan daerah. Sumber : riaumandiri.net

Rumah-Genset PDAM Terancam Amblas Ke Sungai

maz didin | 10.46 | 1komentar
KABAR BELILAS-Rengat- Tahun ini pemerintah Provinsi Riau mulai membangun dam turap tebing secara bertahap di Desa Pasir Kemilu (Paskem), Kecamatan Rengat. Sebab, belum lama ini pinggiran tebing sungai di Desa Pasir Kemilu (Paskem), Kecamatan Rengat sepanjang 300 meter kembali longsor, termasuk bangunan dam beton tebing 100 meter juga ikut amblas ke sungai. Akibatnya, rumah warga dan lokasi rumah mesin Genset PDAM Rengat kini terancam longsor ke sungai. Sejak tahun 1950-an sampai kini turap tebing sungai tersebut terus terjadi longsor. Akibatnya rumah warga, sekolah dan surau amblas masuk ke Sungai Indragiri. Hal itu dikatakan Kepala Desa Paskem Syahrial ketika pantauan lapangan Haluan Riau beberapa waktu lalu. Dalam beberapa tahun ini saja sudah 300 meter pinggir tebing sungai di desanya terjadi longsor yang mengancam rumah warga. Termasuk rumah mesin genset PDAM disebabkan jarak lokasinya dengan tebing sungai yang longsor itu hanya 1-2 meter saja.Jika pemerintah tidak cepat membangunkan dam turap pengaman tebing, cepat atau lambat terjadi longsor di sepanjang pinggiran tebing sungai. “Hal ini mengingat hantaman kuat derasnya air Sungai Indragiri terus menggerus pinggiran tebing hingga amblasnya tebing ke dasar sungai, ” ujarnya. Dijelaskannya tahun 2009 lalu, ia telah mengajukan pembangunan turap tersebut kepada anggota Dewan yang bernama Supriati. Ia meminta anggaran dana pembangunan tersebut dianggarkan di APBD Riau. Tetapi ia tidak tahu kenapa dianggaran 2010 lalu tak jadi dianggarkan pemerintah Provinsi Riau. ” Pada saat meninjau lokasi tebing longsor itu Supriati berjanji akan memperjuangkan penganggaran dana pembangunannya di APBD Riau waktu itu. Namun baru tahun ini dianggarkan dana pembangunannya dam turap tersebut yang dilakukan secara bertahap, yaitu tahun baru dibangun 100 meter. Dan sisanya akan dilanjutkannya sampai tahun 2012 ,"paparnya. Kades Paskem menyatakan pengalokasian pembangunan dam turap dari pemerintah Provinsi Riau tersebut diperkirakan sebesar Rp2 miliar. Penjelasan Kades Paskem itu dibenarkan Kabid Pengairan Dinas PU Inhu Armen. Menurutnya, khusus anggaran dana untuk pembangunan dam turap tebing sungai di Desa Paskem itu tahun lalu ia bersama Kadis PU Inhu Asmara langsung mengajukan proposal ke Pekanbaru menemui anggota DPRD Riau Supriati dan ke rumah Kepala Bappeda Riau. "Alhamdulillah dikabulkan anggaran tersebut untuk dilakukan pengerjaan pembangunannya tahun ini, ” sumber : riaumandiri.net

Ketidak jelasan Kebun Sawit, Warga Sungai Lala Mengadu ke Dewan

maz didin | 10.13 | 0 komentar
KABAR BELILAS-RENGAT-Sejumlah warga desa di Kecamatan Sungai Lala Inhu menuntut pembagian kebun sawit kepada salah satu perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Sei Lala. “ Permasalahan antara warga sejumlah desa di Inhu dengan perusahaan perkebunan masih sering terjadi. Baru-baru ini ada tuntutan warga desa di Kecamatan Sei Lala, untuk pembagian kebun plasma di salah satu perusahaan perkebunan, ” kata anggota Komisi A DPRD Inhu, Agustiar A Halik, Minggu (27/3). Dikatakannya, beberapa hari lalu dia didatangi beberapa warga Desa Bongkal Malang yang diwakili seseorang bernama Kunur. Menurutnya, warga minta perusahaan di Sei Lala segera membagikan kebun plasma. Sebelumnya, direncanakan pembagian kebun plasma tersebut untuk beberapa desa di kecamatan ini. Seperti Desa Morong, Bongkal Malang dan Kuala Lala, sera Desa Kelampaian. Kebun yang dibangun sejak beberapa tahun lalu kini sudah berbuah,tapi belum juga dikonversi dan dibagikan kepada warga calon penerima. “Hal inilah yang dituntut warga. Mereka minta kebun plasma ini dibagikan kepada warga desa-desa ini, ” ucapnya. Karena belum jelasnya waktu pembagian kebun tersebut, maka ada sebagian warga yang berinisiatif melakukan panen sendiri. Kondisi ini sangat rawan terjadi bentrok antara sesama warga. Sebab warga yang saling berebut untuk melakukan panen, karena merasa sama- sama berhak terhadap kebun di lahan tersebut. Menanggapi pengaduan warga ini, Arifuddin menyarankan agar mereka membuat pengaduan resmi kepada DPRD Inhu. Berdasarkan laporan tersebut, komisi A akan memanggil kedua belah pihak untuk membicarakan hal ini. Selain itu sebutnya, Pemkab Inhu juga perlu menyikapi hal ini dengan bijak. Sebab bukan hanya rawan konflik dengan perusahaan saja, akan tetapi juga rawan konflik antara sesama warga desa sekitar, karena saling berebut untuk panen sawit tersebut. Sementara itu Kadis Perkebunan Inhu Purwadi diminta tanggapannya terkait dengan masalah itu mengatakan, belum menerima laporan dari warga terkait. Oleh sebab itu warga diminta membuat pengaduan kepada Dinas Pekebunan akan memfasilitasi pertemuan antara warga dengan perusahaan. sumber : riaumandiri.net

Ribuan Warga Rengat dan Sekitarnya Ikuti Clas Bike Adventure City

maz didin | 09.47 | 0 komentar
KABAR BELILAS-RENGAT-Ribuan warga Rengat dan sekitarnya, ikut sertasepeda santai bertajuk Clas Bike Adventure City yang digelar Gita Nada Entertainment bekerjasama dengan Clas Mild, Minggu (27/3). Kegiatan tersebut memperebutkan berbagai hadiah seperti lemari es, sepeda gunung dari Polygon dan puluhan hadiah menarik lainnya. Turut hadir Wakil Bupati Inhu Harman Harmaini, Asisten I Setda Inhu HM Sadar, Asisten II Mazuar Pery, anggota Dewan Arif Ramli, Kapolres Inhu AKBP Hermansyah, Kepala BRI Cabang Rengat Edison Tampubolon, serta para pejabat lainnya. Clas Bike Adventure City tersebut mengambil star dari Lapangan Hijau Rengat, kemudian mengitari berbagai jalan di Kota Rengat dengan jarak tempuh sekitar 10 km dan kembali lagi ke Lapangan Hijau Rengat. Jenis sepeda yang digunakan juga cukup beragam, mulai dari sepeda gunung, sepeda mini, sepeda lipat hingga sepeda ontel. Bahkan masyarakat yang menggunakan sepeda ontel cukup banyak. “ Tingginya animo masyarakat ikut serta pada kegiatan ini karena even sepeda santai sudah lama tidak pernah digelar di Kota Rengat. Padahal sepeda merupakan alat transportasi yang paling murah dan relatif lebih aman, ” kata Ketua Panitia Penyelenggara, Indra Saputra didampingi Supervisor Clas Mild Rengat, Aminullah. Selain ajang silaturahmi, Clas Bike Adventure City diharapkan mampu mengkampanyekan penggunaan sepeda di tengah masyarakat, sekaligus mengkampanyekan hidup sehat dan ramah lingkungan, di tengah ancaman pemanasan global. “ Kami menilai Kota Rengat cukup tepat karena tidak terlalu luas, sehingga memungkinkan masyarakat untuk menggunakan sepeda dalam beraktivitas. Dan hal itu sudah ditunjukkan beberapa karyawan kantor pajak Rengat dan beberapa BUMN yang menggunakan sepeda untuk pergi ke kantor, ” ucapnya. Selain bersepeda, acara Clas Bike Adventure City tersebut juga diisi dengan senam massal, free style BMX, dance, pagelaran live music, perkusi, bazar dan bagi- bagi door prize terhadap peserta yang beruntung. Sementara itu yang berhak memperoleh hadiah utama berupa lemari es adalah Anisa, warga Simpang Lima Rengat. Sedangkan tiga sepeda dari Polygon di raih Lutfi, Rina dan Tri Agustin. Panitia juga menyediakan dua rekening tabungan masing-masing senilai Rp1 juta dari BRI, helm ekslusif dari Yamaha, serta hadiah lainnya dari sponsor. sumber : riatmandiri.net

Hari Ini Penyerahan Tahap Dua 4 Mantan Anggota DPRD Inhu Dakwaan Thamsir dan Marpoli Dijanjikan Tuntas Pekan Depan

maz didin | 12.41 | 0 komentar
PEKANBARU-Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau Hendrik, SH menjanjikan dakwaan Raja Thamsir Rahman, Marpoli dan R Dekritmen akan tuntas pekan depan. Sedangkan untuk penyerahan tahap dua 4 mantan DPRD Inhu yang sudah ditetapkan tersangka, yaitu Tomi Comara, Bukhari, Yuridis dan UU Sumarna dilaksanakan hari ini, Kamis (24/3) di Kejari Rengat. “ Penyerahan tahap dua untuk empat tersangka tidak dilakukan di Kejati, tapi di Kejari Rengat, untuk Thamsir Rahman, R Dekritmen dan Marpoli nanti dakwaannya pekan depan sudah tuntas,” kata Hendrik kepada wartawan, Rabu (23/3). Seperti diberitakan sebelumnya, Kejati Riau telah melakukan pelimpahan tahap dua sebanyak 19 mantan DPRD Inhu periode 2004-2009 yang telah ditetapkan menjadi tersangka dugaan penyimpangan APBD Inhu, sedangkan 4 tersangka dinyatakan tidak hadir, karena sedang menjalankan tugas di DPRD Inhu dan sakit. Sumber : riaumandiri.net

Restribusi IMB Inhu 2010 Capai Rp 1.8 Miliar

maz didin | 12.19 | 0 komentar
Kesadaran masyarakat Inhu untuk mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) semakin meningkat. Terbukti, pada 2010 silam sektor ini menyumbang pemasukan Rp 1.8 miliar. Riauterkini – RENGAT – Perolehan pendapatan bagi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Indragiri Hulu, dari setoran ijin mendirikan bangunan (IMB) tahun 2010 mencapai 1,8 miliar. Kepala seksi (Kasie) Survey,pemetaan, penertiban dan perizinan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Inhu Mariasna kepada Riauterkini Jumat (25/3/11) di Pematang Reba mengatakan. “ Sekitar 1,8 Miyar yang berhasil kita setorkan melalui kas daerah, dari setoran pembuatan IMB tahun 2010 “ ujar Mariasna. Untuk tahun 2011 ini pihaknya akan berupaya meningkatkan perolehan tersebut, dengan cara lebih intensif turun ke lapangan dan mensosialisasikan langsung ke masyarakat. Serta bertindak tegas bagi masyarakat yang mendirikan bangunan tanpa adanya IMB. Proses pembuatan IMB tersebut, pihak dinas PU bekerja sama dengan badan pelayanan dan perijinan terpadu (BPPT). “ Untuk proses pembuatan ijin IMB ini kita bekerja sama dengan BPPT. Jadi bila masyarakat akan membuat ijin IMB, dapat mendatangi kantor BPPT di Pematang Reba. Setelah proses administrasi pendaftaran selesai di BPPT, untuk pengukuran dan pemetaan di lapangan kami yang selesaikan” tambah Mariasna. Di hubungi terpisah, kepala badan pelayanan perijinan terpadu (BPPT) Inhu Adri Respen mengatakan, “ Ijin mendirikan bangunan (IMB) tahun 2010, sebagaimana data yang ada pada kami tercatat sebanyak 236 buah yang sudah di keluarkan. Dan untuk tahun 2011 ini mulai dari Januari hingga bulan Maret ini tercatat sebanyak 34 buah ijin IMB yang sudah di keluarkan ” tegas Adri Respen. Pihak BPPT hanya melayani proses administrasi, untuk pengukuran dan pemetaan serta biaya yang di tetapkan. Menjadi kewengan Dinas Pekerjaan Umum, yang dalam hal ini di bawah seksi survey, pemetaan, penertiban dan perizinan. Tambahnya. Sementara itu guna melakukan penertiban bagi bangunan yang didirikan tanpa adanya IMB, saat ini dinas terkait beserta satuan polisi pamong praja (Satpol PP). Melakukan operasi di lapangan, dengan mendatangi setiap bangunan yang sedang di kerjakan. Kedatangan tim ini untuk memastikan ada tidaknya bangunan yang sedang di kerjakan tersebut memiliki ijin IMB atau tidak sesuai dengan ijin yang di berikan. “Saat ini tim kami bekerja sama dengan satpol pp, setiap hari turun ke lapangan untuk melihat setiap bangunan yang sedang di kerjakan. Memiliki IMB atau tidak, dan sesuai atau tidak dengan ijin yang di berikan.Kita akan tertibkan bila ada pelanggaran ” tegas Mariasna. Sumber : riauterkini.com

Pemkab akan Bahas Kelengkapan Izin Perusahaan se-Inhu Petugas Satpol PP Sidak IMB Toko dan Perusahaan

maz didin | 23.29 | 1komentar
Rengat-Dalam waktu dekat, Pemkab Inhu akan membahas dan meneliti seluruh kelengkapan izin setiap perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Inhu. Sebab pembahasan terhadap kelengkapan izin bagi setiap perusahaan yang ada di Inhu sudah direstui Sekdakab. Hal ini di ungkapkan Asisten I Bidang administrasi Umum dan Kesra Pemkab Inhu H M Sadar,  Kamis  (24/3). Dituturkannya, sebelum turun untuk  menertibkan semua izin perusahaan yang beroperasi di Inhu, Pemkab dengan melibatkan tim teknis dinas terkait  ikut dalam   rapat yang akan dilakukan untuk membahas izin-izin setiap perusahaan di Inhu. ”Karena sudah ada restu dari  Sekda,  dalam waktu dekat ini kita akan adakan rapat membahas semua kelengkapan izin pada masing-masing perusahaan yang ada di Inhu, baik terkait izin perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan kehutanan maupun perusahaan dan bidang lainnya,” ujarnya.
Sebagai bahan alat dalam rapat pembahasan izin semua perusahaan yang ada, Dinas Perkebunan dan Dinas kehutan sedang melakukan pendataan  jumlah izin setiap perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan kehutanan .
Menurutnya lagi, Pemkab Inhu juga membahas masalah izin situ dan izin HO  perusahaan dengan melibatkan pihak Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizianan (BPMPP) Inhu dan pihak Disperindagpas Inhu.”Khusus rapat membahas izin Situ dan HO perusahaan akan melibatkan pihak BPMPP Inhu dan pihak Disperindagpas Inhu nantinya,” katanya.
Terkait masalah operasi penertiban terhadap kelengkapan izin seiap perusahaan itu,  Satpol PP Inhu sudah menyakan kesiapannya untuk turun. "Sehingga bila ada ditemukan perusahaan-perusahaan tidak punya izin, pemkab Inhu akan menurunkan Tim Operasi penertiban izin perusahaan dengan melibatkan para petugas Satpol PP tersebut,"tegasnya.
Bahas Warnet
Dalam rapat itu juga jelas HM Sadar, Pemkab Inhu bersama Dinas Pendidikan akan membahas operasi terhdap seluruh warnet yang ada di Inhu.
“Operasi itu akan dilakukan Pemkab  melibat Satpol PP. Hal ini dilakukan mengingat akan dilaksanakannya Ujian Nasional (UN) di sekolah-sekolah. Sementara para pelajar kita di Inhu terlihat masih banyak berkeliaran di warnet-warnet. Karena itu, menjelang dilaksanakan UN tersebut Pemkab bersama Disdik Inhu akan turun menggelar operasi razia ke setiap warnet. Pada setiap pihak pengelola warnet tersebut, petugas akan memberikan peringatan agar melarang para pelajar main internetan di warnetnya itu,”paparnya.     
Sementara menurut M Sadar, telah turunnya  petugas Satpol PP Pemkab ke lapangan melakukan penertiban IMB ruko di Kecamatan Siberida dan penertiban terhadap bangunan PT Teso Indah yang diduga tidak miliki IMB beberapa hari terakhir ini, ia mengaku  bahwa  pemilik lahan menyediakan lahan dan bersedia lahannya dibangun ruko pada pengembang, sesuai kesepakatan dan  izin IMB yang diurus.
sumber. haluanriau.net

Rp 7,8 Miliar Dana BOS Inhu Mulai Disalurkan

maz didin | 19.03 | 0 komentar
Kabupaten Inhu mulai menyalurkan dana BOS kepada sekolah penerima. Total dana yang disalurkan Rp 7,8 miliar. Riauterkini – RENGAT- Dana Bantuan operasional sekolah (BOS) Kabupaten Indragiri Hulu, untuk triwulan I tahun 2011 sebesar 7,8 Milyar mulai di salurkan langsung ke rekening rekening sekolah yang berhak menerima. “Untuk triwulan pertama tahun 2011 ini sebanyak 7,8 Milyar dana BOS mulai hari ini di salurkan ke rekening rekening sekolah yang berhak menerima “ ujar Yushar Kepala dinas Pendidikan Inhu kepada Riauterkini Rabu (23/3/11) di Rengat. Sejauh ini belum ada kendala terkait penyaluran dana BOS di Inhu, dana sudah mulai di salurkan hari ini untuk Dua ratus enampuluhan Sekolah Dasar (SD) dan Lima Puluhan Sekolah menengah Pertama (SMP) yang ada di Inhu. Ungkap Yushar menambahkan. Namun penyaluran dana BOS triwulan pertama ini, hanya di peruntukan untuk Sekolah yang berstatus negeri. Sedangkan untuk sekolah Swasta belum di salurkan. Mengingat aturan yang di peruntukan bagi sekolah swasta berbentuk hibah. “Penyaluran dana BOS ini hanya di peruntukan bagi sekolah negeri, untuk sekolah swasta akan di tangani penyaluranya oleh kepala bagian (Kabag) keuangan Pemkab Inhu. Mengingat sifat Dana BOS tersebut sebagai Hibah. Jadi prosedurnya beda ” tegas Yushar. Tidak adanya kendala dalam penyaluran dana BOS di Inhu, di sebabkan dari awal penyusunan APBD Inhu. Dana BOS tersebut sudah dimasukan dalam anggaran pada APBD. “ Alhamdulilah sampai saat ini belum ada kendala dalam penyaluran dana BOS triwulan pertama. Dan pada bulan April 2011 ini dana BOS Triwulan kedua pun akan menyusul pencairanya ” ungkapnya. Terkait sudah di salurkanya dana BOS tersebut, Kadis Pendidikan Inhu menghimbau agar memanfaatkan dana BOS tersebut sesuai peraturan. Dan jangan di salah gunakan. “Bila ada oknum yang menyalah gunakan dana BOS tidak sesuai aturan, silahkan laporkan pada kami di kantor Dinas Pendidikan Inhu di Rengat. Dinas Pendidikan Inhu sudah membentuk tim khusus menangani laporan bagi penyimpangan dan penyalah gunaan dana BOS. Setiap hari kerja kami siap menerima laporan tersebut ” tegas Kadisdik Inhu Yushar. Sumber:riauterkini.com

Bupati Resmikan Jembatan dan Buka Turnamen Sepak Bola

maz didin | 10.31 | 1komentar
BELILAS- Bupati Inhu Yopi Arianto meresmikan jembatan di Desa Titian Resak,Kecamatan Siberida, Senin (21/3). Usai peresmian Bupati langsung membuka acara turnamen sepak bola. Kedua acara tersebut diadakan masyarakat setempat dalam rangka memeriahkan memperingati hari jadi Desa Titian Resak ke-30. Kepala Desa Titian Resak, Sarono menjelaskan turnamen tersebut diadakan agar dapat menjalin silaturahmi antar warga dan meningkatkan prestasi di bidang olah raga, khususnya sepakbola. ”Sangat terlihat antusias warga yang tinggi dalam menyambut acara tersebut. Terbukti meningkatnya jumlah pengunjung tahun dibandingkan tahun lalu. Sementara pendanaan didapat dari hasil sumbangan tiap warga dan sponsor serta pemerintah, ”tuturnya Wakil Ketua II Ilyas, mengatakan turnamen ini dimeriahkan 56 klub dan dilaksanakan lebih kurang selama sebulan. Selain itu juga diadakan bulutangkis,tenis meja dan bola voli, ”jelasnya. Sementara itu, jelasnya selain turnamen dilaksanakan juga acara malam hiburan seperti acara reok, jaipongan, wayang kulit dan keyboard. Pada saat itu, Camat Seberida, H M Rafe ’i mengucapkan terima kasih atas kehadiran bupati dalam acara peresmian jembatan dan membuka acara turnamen tersebut. Sementara dalam pidatonya, Bupati Inhu Yopi Ariyanto mengharapkan acara ini dapat menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan dan berjiwa nasionalis dengan tidak membedakan antara agama dan suku bangsa. Ia juga berharap desa tersebut semakin jaya dan cermerlang. Bupati juga mengimbau para anggota BPD yang ada di desa-desa di Inhu untuk turut mensukseskan pembangunan yang ada di desa mereka masing- masing. Usai itu, Bupati langsung menandatangani prasasti peresmian jembatan Desa Titian Resak dan menyerahkan bantuan pada masyarakat setempat. Kemudian Bupati langsung membuka turnamen sepak bola secara resmi dengan melakukan tendangan perdana di lapangan bola kaki Desa Titian Resak yang disaksikan para pejabat teras Inhu dan Camat Siberida H Rafe ’I serta Kepala Desa Titian Resak. Sumber : riaumandiri.net

Masalah Kebun Sawit Puluhan Warga Pasir Ringgit Datangi KUD BS

maz didin | 10.06 | 0 komentar
RENGAT – Sedikitnya 30 orang warga Desa Pasir Ringgit, Kecamatan Lirik, Selasa (22/3) pagi mendatangi kantor KUD Bina Sejahtera (KUD BS) yang berada di Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat. Kedatangan puluhan warga yang langsung dipimpin Kepala Desa Pasir Ringgit, Yusman, guna mendengarkan langsung penjelasan KUD terkait tentang belum terdaftarnya puluhan warga Pasir Ringgit sebagai anggota Koperasi yang belum mendapatkan kebun kelapa sawit dari PT Teso Indah (TI). “ Sudah puluhan tahun perusahaan tersebut beroperasi. Hingga sekarang ini masih ada puluhan warga yang belum dapat kebun, ” kata Toni seorang warga. Diungkapkannya, saat pengusulan nama warga Pasir Ringgit menjadi anggota koperasi untuk mendapatkan kebun sawit berjumlah 525 KK. Namun terealiasasi 389 KK, berarti masih ada puluhan warga lainnya yang tidak terdaftar sebagai anggota koperasi. Sementara, warga lain yang terdaftar sudah lama menikmati hasil panen kebun kelapa sawit tersebut. Menanggapi kedatangan puluhan warga ini, Ketua KUD BS, Zainal Abidin didampingi sejumlah pengurus koperasi lain, mengatakan, pihak koperasi mengembalikan masalah ini pada pihak desa. Pihak desa harus mendata ulang kembali jumlah warga Pasir Ringgit agar didapatkan data yang valid. Sebab kuota kebun untuk Pasir Ringgit tetap sebanyak 389 KK. Dengan demikian tidak ada lagi penambahan atau pengurangan KK penerima kebun. Usai pertemuan Kepala Desa Pasir Ringgit, Yusman mengatakan, sesuai keputusan koperasi, pihaknya akan melaksanakan musyawarah desa untuk mendata kembali jumlah warga yang layak mendapatkan kebun sawit. Pada prinsipnya pihak desa tetap memperjuangkan warga lain yang belum mendapatkan kebun dengan persyaratan bahwa calon penerima kebun adalah betul-betul warga Pasir Ringgit yang mengantongi KTP serta indentitas diri lainnya. “ Secepatnya kita menggelar musyawarah desa, apapun cara tetap kita lakukan agar semua warga mendapatkan kebun sesuai jumlah kuota yang ada, sehingga masalah ini tuntas,” katanya. Sumber : haluanriau.net

Warga belilas Sekarat Dibacok Kawanan Perampok

maz didin | 09.24 | 1komentar
BELILAS–Malang nasib Erna (16), warga Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Dia sekarat akibat mengalami luka bacok di kepala dan mulutnya. Wanita muda kini sekarat setelah kepala dan mulutnya dihantam benda tajam oleh kawanan rampok yang menyatroni rumah sekaligus toko milik majikannya, Sutarmi (36), Kamis (3/3) dinihari. Rumah korban yang berada di Jalan Lintas Timur Simpang Kulim No 7, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida. "Korban Erna sekarat, karena luka bacokan dan tusukan senjata tajam, ” ujarnya. Ditambahkan Taupiq, diduga pelaku masuk ke dalam toko korban, dengan cara mencongkel pintu bagian belakang. "Diperkirkan pelakunya 3 orang," tambah Kasubag. Menjerit Dilanjutkan Taupiq, Erna (16) terjaga akibat mendengar benda terjatuh langsung menjerit, setelah melihat ada 3 orang laki-laki berada di dalam ruangan tersebut. Mendengar jeritan korban, pelaku langsung mengayunkan parang membacok kepala, mulut dan tangan korban. Sedangkan pelaku lainya juga langsung menusukan senjata tajamnya ke perut Sutarmi (36) yang ikut terbangun akibat jeritan karyawanya tersebut. Setelah melukai korbannya, kawanan rampok tersebut langsung melarikan diri dan masyarakat sekitar yang mendengar jeritan korban langsung berdatangan. Korban Sutarmi dan Erna langsung di larikan ke Puskesmas seberida, namun akibat luka yang cukup parah pihak Puskesmas merujuk korban ke RSUD Indrasari Pematang Reba. Kerugian akibat perampokan ini belum dapat diketahui, karena korban Sutarmi sebagai pemilik toko, belum dapat dimintai keterangan akibat lukanya yang cukup parah. Dari tempat kejadian perkara (TKP) jajaran Polsek Seberida yang dibantu tim dari Polres Inhu mengamankan dua bilah parang yang di gunakan para pelaku serta satu buah topi yang di duga milik dari salah satu pelaku. Tim dari Polres Inhu dan jajaran Polsek Seberida di Bantu masyarakat, sampai saat ini masih mencari dengan menyisir hutan yang ada di dekat rumah korban. Di duga para pelaku masih bersembunyi di tempat tersebut.

pelaku pengedar narkotika jenis sabu-sabu berhasil di bekuk

maz didin | 01.03 | 0 komentar

RENGAT  (INHUTERKINI,COM) – Polres Inhu berhasil menangkap dua pelaku pengedar narkotika jenis sabu-sabu, pelaku pertama yang berhasil ditangkap adalah  Adi Maskur bin Umar (28) desa Duri Angkang kecamatan Sei Beduk Kodya Batam,pukul 20.30 Kamis (3/3/11) dan kemudian  Syaifudin Ilyas warga Simpang Dam Muka Kuning kecamatan Sei Beduk Kodya Batam Jumat (4/3/11) pukul 01.00 WIB di depan rumah makan puja kusuma di desa Berapit kecamatan Seberida
Penangkapan terhadap Adi Maskur bin Umar (28) tersebut, bermula dari patroli rutin yang di gelar jajaran Polres Inhu di pimpin Iptu Andhi Kurniawan pada pukul 20.30 Kamis 3/3/11,di desa Berapit kecamatan Seberida tepatnya di depan rumah makan puja kusuma,
“ saat itu petugas Patroli menemukan dan melihat Adi Maskur bin Umar sedang di tanyai oleh sekelompok warga yang curiga melihat tindak tanduk mereka, atas itu lalu petugas melakukan pemeriksaan dan penggeledahan. Dari dalam tas Adi M di temukan dua kaleng makanan ringan yang berisi 4 paket besar sabu sabu senilai 320 juta, kepada petugas di akui Adi M barang itu  milik Syaifudin Ilyas (37)” ujar Kapolres Inhu AKBP Drs Hermasyah SH SiK melalui Kasubag Humas Polres Inhu kepada sejumlah wartawan melalui press releasenya Jumat (4/3/11).
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kabar Belilas.blogspot.com - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger